Inilah Manfaat Donor Darah dan Dampak Negatifnya

Meski terlihat sedikit mengerikan dan menakutkan bagi sebagian orang, nyatanya manfaat donor darah sangat baik bagi tubuh. Hanya saja, masih banyak yang kurang menyadarinya. Berikut ini adalah beberapa dampak positif dari melakukan donor darah.

Dampak Positif Donor Darah

  1. Meningkatkan sel darah merah

Mungkin Anda bertanya-tanya bagaimana bisa mendonorkan darah dapat meningkatkan sel darah merah. Pada kenyataannya, usia sel darah merah dalam tubuh adalah sekitar 120 hari. Pada waktu tersebut, akan ada regenerasi sel darah merah. Saat melakukan donor darah, jumlah sel darah merah akan berkurang dan membuat tubuh meregenerasinya lebih cepat.

  1. Menurunkan kadar zat besi dalam tubuh

Zat besi memang zat yang dibutuhkan oleh tubuh. Akan tetapi, kelebihan zat besi di dalam tubuh juga tidak baik. Zat besi dapat menumpuk di beberapa organ seperti pembuluh darah, jantung, dan liver. Dengan melakukan donor darah, kandungan zat besi yang berlebih dapat dikurangi. Kadar zat besi yang berlebih dapat memicu munculnya kanker dan penyakit berbahaya lainnya.

  1. Membakar kalori

Melakukan donor darah dapat membakar hingga 650 kalori di dalam tubuh. Besaran ini hampir setara dengan aktivitas bersepeda dengan kecepatan 22 km/jam selama satu jam. Jika Anda ingin menurunkan berat badan, maka melakukan donor darah bisa menjadi pendukungnya. Tentu saja ini harus diimbangi dengan pola hidup yang sehat.

Dampak Negatif Donor Darah

Selain memiliki dampak positif, ternyata donor darah juga memiliki dampak negatif. Namun dampak ini tidak akan dirasakan jika prosedur yang dilakukan sesuai dengan SOP dan kondisi pendonor dalam keadaan optimal.

  1. Infeksi

Kalau proses pengambilan darah ketika donor tidak dilakukan dengan baik atau menggunakan alat yang kurang steril, hal ini akan menimbulkan risiko terjadinya infeksi. Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk melakukan donor darah, cek terlebih dahulu penyelenggaranya dan apakah memiliki sertifikat untuk melakukan proses donor darah.

  1. Nyeri

Selain infeksi, dampak yang bisa terjadi jika melakukan donor dengan proses yang tidak tepat adalah munculnya rasa nyeri dan memar. Jika titik penyuntikan tidak tepat atau dilakukan dengan tidak benar, hal ini akan menyebabkan kondisi memar dan menimbulkan rasa nyeri.

  1. Reaksi donor

Reaksi donor adalah gejala yang muncul akibat proses donor darah. Saat tubuh tiba-tiba kehilangan sejumlah darah, tubuh akan kehilangan keseimbangan di dalam tubuh. Akibatnya, akan muncul beberapa gejala seperti muntah, mual, lemas, pusing, berkeringat, hingga pingsan. Untuk mengantisipasi hal ini, sebaiknya pendonor dalam keadaan yang prima dan lolos berbagai kriteria sebagai pendonor.

  1. Perdarahan tidak berhenti

Dari semua dampak negatif, hal ini adalah yang paling parah. Kesalahan proses donor darah dapat mengakibatkan pendarahan yang tak kunjung berhenti. Hal ini kerap terjadi ketika pendonor memiliki riwayat penyakit hemofilia.

Itulah tadi beberapa pengetahuan mengenai dampak positif dan negatif dari donor darah. Dengan pengetahuan ini, diharapkan orang-orang tidak takut lagi untuk melakukan donor darah karena manfaatnya yang sangat luar biasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *